Detail Cantuman Kembali

XML

penentuan lokasi pantai untuk operasi pendaratan amphibi berdasarkan kondisi hydro oseanografi di pantai sahi kepulauan natuna


Operasi amphibi adalah sebuah operasi militer yang diluncurkan dari laut dengan kekuatan amphibi, memulai di kapal atau perahu dengan tujuan utama menguasai atau merebut pantai yang sudah di kuasai oleh mmusuh dengan kekuatan pendaratan ke darat untuk mencapai misi yang ditetapkan. Informasi karakteristik pantai dan kondisi parameter oseanografi sangat diperlukan untuk menunjang kesuksesan sebuah operasi amphibi. Pulau Natuna merupakan salah satu pulau terluar yang berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, pantai Sahi merupakan salah satu pantai yang berada di tenggara kepulauan Natuna yang berpotensi dilaksanakannya operasi amphibi. Oleh karena itu perlu dilaksanakan analisis sehingga dapat mengetahui karakteristik pantai, kondisi oseanografis dan kesesuaian pendaratan. Metoda penelitian yang digunakan adalah menggunakan peta batimetri, data pasang surut dari Dishidros TNI AL dan data angin arus. Dari data-data tersebut selanjutnya diolah dengan membagi peta batimetri menjadi 15 profil untuk menghitung gradien pantai, data pasut diolah dengan Admiralthy dan angin arus akan diolah dengan menggunakan WR Plot 05. Dari pengolahan data maka didapatkan hasil bahwa pantai sahi merupakan salah satu tempat yang strategis untuk melaksanakan operasi amphibi karena termasuk pantai yang landai dengan kondisi gradien 1:4 sampai dengan 1:180 rata-rata gradien mencapai 1:59, dengan panjang garis pantai mencapai 2 Km. Konstanta pasang surut memperoleh nilai F=1,06, maka pada pantai sahi memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Hembusan angin yang terjadi memiliki kecepatan dan arah yang bervariasi hembusan angin paling dominan dari arah barat laut dengan kecepatan signifikan 11-17 knot. Arah gelombang dominan pada lokasi penelitian dari arah barat laut menuju tenggara dengan tinggi gelombang dominan 0,5-1,0 m. Arah arus pada lokasi penelitian dari arah Utara menuju Selatan dengan kecepatan arus dominan 5,0-10 cm/s.
Bina Irawan Marpaung - Personal Name
Rahyono - Personal Name
Rudi Siap Bintoro - Personal Name
624.15.13 Bin p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
vii, 47 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...